Minggu, 28 Mei 2017

artikel IT Service Management

ITSM

Kualitas pelayanan menjadi bagian penting bagi sebuah perusahaan atau organisasi. Oleh karena itu ITSM (IT Service Management) yang mengacu pada implementasi dan manajemen layanan teknologi informasi yang berkualitas yang dilakukan oleh para penyedia IT melalui proses, sumber daya manusia, dan IT. ITSM erat kaitanya dengan ITIL ( IT Information Library) yaitu ITSM framework yang dikembangkan pemerintahan Inggris. Selain itu ITSM sendiri juga berkaitan dengan MIS (management information system). Implementasi teknologi IT dan didukung dengan manajemen layanan yang baik diharapkan dapat delivering valueperusahaan yang nantinya value itu juga dirasakan oleh pelanggan yang dapat diukur melalui kepuasan terhadap produk dan layanan profesional yang diberikan.

Semua teknologi IT dan system yang digunakan dalam perusahaan harus dikelola  dengan baik agar bisa berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan value sesuai dengan yang diharapkan. Hal yang terpenting dalam IT management adalah bagaimana mengelola ancaman, problem dan penanganan terhadap masalah yang timbul ketika perusahaan menggunakan IT.  Selain ITIL ada beberapa metodologi ataupun framework dalam mengelola teknologi IT antara lain TQM (Total Quality Management), Six Sigma, Business process management, dan sebagainya.

Dalam penulisan paper ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pengertianframework ITIL, sejarah perkembangan ITIL, kelemahan dan kelebihan yang dapat dirasakan perusahaan dalam implementasi framework ITIL, perbandinganya denganframework lainya, serta bagaimana IBM memberikan dukunganya bagi perkembangan ITIL. Dengan demikian diharapkan perusahaan atau organisasi dapat menyadari pentingnya IT service management di dalamnya, serta mengetahui lebih detail mengenai ITIL yang sudah berhasil diterapkan di dalam pemerintahan Inggris. Sehingga kualitas IT dan layanan perusahaan semakin meningkat dan mendukung tercapainya tujuan dari perusahaan sendiri.
Metodologi yang digunakan adalah melalui studi literatur dari jurnal, textbook, intenet, dan berbagai studi kasus yang berkaitan dengan topik pembahasan yang sebelumnya sudah pernah terjadi, kemudian mempelajari dan meneliti informasi-informasi yang telah diperoleh

Pengelolaan Layanan Teknologi Informasi
Pengelolaan Layanan TI atau yang disebut juga dengan Information TechnologyService Management (ITSM) adalah pemanfaatan terencana dan terkendali terhadap aset TI, orang dan proses untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis seefisien mungkin dan memastikan bahwa organisasi memiliki kemampuan secara cepat dan efektif untuk menanggapi kejadian/situasi yang tidak diinginkan serta terus menerus mengevaluasi proses dan kinerja dalam rangka mengidentifikasi dan menerapkan peluang untuk perbaikan (Addy, 2007).

Teknologi Informasi
ITIL mendefinisikan teknologi informasi sebagai pemanfaatan teknologi untuk penyimpanan, komunikasi atau pemrosesan informasi. Teknologi ini pada umumnya meliputi komputer, telekomunikasi, aplikasi dan perangkat lunak. Sedangkan informasi dapat mencakup data bisnis, suara, gambar, video dan sebagainya. Teknologi informasi sering digunakan untuk mendukung proses binsis melalui layanan TI (TSO, 2011).
ITIL
Information Technology Infrastructure Library(ITIL) adalah sebuah frameworkberisi best practice yang dapat digunakan untuk membantu organisasi dalam mengembangkan proses Information Technology Service Management (ITSM) (itSMF, 2007). Kerangka kerja ITIL bertujuan secara berkelanjutan meningkatkan efisiensi operasional TI dan kualitas layanan pelanggan (Sarno, 2009). ITIL versi 3 terdiri dari 5 core publication(buku utama) yang membahas tentang tahapan–tahapan siklus layanan (service lifecycle

Adapun tahapan–tahapan pelaksanaan audit pengelolaan layanan teknologi informasi mengacu pada standar pelaksanaan audit ISACA dalamInformation Systems Standards, Guidelines and Procedures for Auditing and Control Professionals, khususnya standar S5Planning (Perencanaan Audit), S6Performance of Audit Work (Pelaksanaan Audit) dan S7 Reporting (Pelaporan Hasil Audit).

Pada tahap perencaaan audit, terdapat empat langkah yang akan dilakukan, meliputi:

1. Penilaian Risiko Audit
Pada proses penilaian risiko audit, langkah yang dilakukan adalah menentukan kategori tingkat kesenjangan (gap) dari 20 (dua puluh) layanan CSS yang terdapat di dalam laporan hasil survei layanan periode tahun 2012 semester I berdasarkan nilai kesenjangan (gap) layanan. Adapun nilai kesenjangan (gap)layanan pada laporan tersebut didapatkan dari hasil perbandingan antara nilai kenyataan (perceived) dengan nilai harapan (expected) dari kualitas layanan yang tersebar di unit–unit kerja PT. Pertamina (Persero). Jika nilai kesenjangan(gap) layanan >–0.30 maka dikategorikan memiliki tingkat kesenjangan rendah (low), –0.80 sampai dengan –0.30 dikategorikan memiliki tingkat kesenjangansedang (medium) dan <–0.80 dikategorikan memiliki tingkat kesenjangan tinggi (high). Selanjutnya nilai kesenjangan (gap) layanan tersebut diurutkan berdasarkan kategori tingkat kesenjangan (gap) secara descending dengan format seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2. Semakin tinggi nilai kesenjangan (gap) layanan menunjukkan semakin besar tingkat risiko dan intensitas pemeriksaan yang harus dilakukan oleh auditor.
Framework ITIL berfokus pada IT yang ada di suatu organisasi dan staf-staf IT nya. ITIL tidak fokus terhadap bisnis dan produk. ITIL menjamin organisasi dapat cepat untuk mengintegrasikan, membuat prosedur dan best practice untuk meningkatkan benefit dalam melakukan bisnisnya. Area atau cakupan pada ITIL framework adalah:

1.      Perspektif bisnis
Perspektif bisnis merupakan suatu tim yang memiliki peran untuk menghubungkan bisnis dan IT. Tim ini sangat mengerti mengenai proses bisnis, tujuan organisasi dan tujuan organisasi dalam jangka panjang. Proses utama dalam perspektif bisnis ini terdiri dari
·         Business relationship management
·         Supplier relationship management
·         Liaisons, education and communication
·         Planning, review and development

2.      Manajemen Aplikasi
Manajemen aplikasi memproses panduan tentang  bagaimana aplikasi bisnis yang akan diimplementasikan, dikelola, dikembangkan apabila dibutuhkan. Komponen-komponen dalam siklus manajemen aplikasi adalah : Requirement, Design, Built, Display, Deploy, Operate, Optimize.

3.      Manajemen Infrastruktur ICT
Di dalam ITIL, manajemen inrastruktur ICT berbeda dengan perspektif bisnis. ICT merupakan penghubung antara service management dan teknologi IT. Tujuan dari layanan ini adalah sebagai pembuktian dan  pengulangan proses untuk menyediakan kondisi operasional yang stabil terhadap semua fungsi - fungsi IT. Komponen-komponen pada manajemen infrastruktur ICT adalah
·         Design and Planning
·         Deployment
·         Operations
·         Technical support

4.      Manajemen keamanan
Security manajemen merupakan bagian penting dalam IT. Security atau keamanan harus mengamankan proses bisnis yang berjalan dan layanan IT yang mendukung jalannya proses bisnis. Ada beberapa standart atau aturan resmi yang bisa digunakan sebagai standart atau acuan dalam implementasi keamanan seperti Sarbanes-Oxley, FDIC, SEC, dan HIPAA. Dengan menggunakan ITIL Security Managemenet diharapkan user dapat mengerti alasan mengapa harus menggunakan keamanan dan prosedur. Beberapa komponen yang terkait dengan ITIL Security Management adalah :
·         Control
·         Plan
·         Implement
·         Evaluate
·         Maintain

5.      Layanan pendukung
Layanan pendukung adalah layanan berbasis IT yang bertujuan untuk memastikan kualitas layanan IT bisa berfungsi maksimal dan sesuai harapan. Proses ini mengelola masalah dan merubah infrastruktur IT apabila diperlukan, proses utama dalam layanan pendukung adalah
·         Service desk atau help desk
·         Incident Management
·         Problem Management
·         Configuration Management
·         Change Management
·         Release Management

6.      Service delivery
Service delivery merupakan proses untuk menjalin hubungan baik dengan vendor karena layanan IT diharapkan akan meningkatkan efisiensi proses bisnis dan bagaimana menciptakan dan mengembangkan  suatu solusi  IT untuk menunjang proses bisnis dengan harga yang kompetitif. Beberapa komponen service delivery antara lain :
·         Service Level Management
·         Financial Management for IT Services
·         Capacity Management
·         Availability Management
·         IT Service Continuity Management  (TeamQuest)
Pada 31 Juli 2011. ITIL menerbitkan sebuah versi perbaikan dari ITIL V3. Saat ini, ITIL merupakan framework yang paling banyak diterima dalam manajemen layanan IT.
Terdapat 2 komponen operasional ITIL yaitu :
1.      Service Support (yaitu aktifitas yang dilaksanakan minimal setiap hari)
2.      Service Delivery (yaitu aktivitas yang dilaksanakan minimal setahun/kuartal/bulanan)

SERVICE SUPPORT

1. The Service Desk
Tujuan service desk yaitu, untuk melaksanakan single point of contactantara User dan IT Service Management dan memeriksa status hubungan semua customer. Termasuk menangani Incidents dan permintaan, serta memberikan arahan untuk kegiatan lain  seperti Change, Problem, Configuration, Release, Service Level, and IT Service Continuity Management.

2. Incident Management
Untuk kembali ke operasi normal secepat dan sebisa mungkin dengan gangguan seminimal mungkin, yang memastikan bahwa tingkat pencapaian terbaik dari availability Dan service      telah terpelihara.

3. Problem Management
Untuk meminimalkan pengaruh yang merugikan dalam bisnis yang diakibatkan incident dan masalah yang disebabkan oleh error dalam infrastuktur.

4.  Configuration Management
Tujuan configuration management yaitu,  menyediakan pengendalian infrastuktur melalui monitoring dan pemeliaharaan          informasi atas  Configuration Items (CI) diperlukan untuk mendistribusikan services,CI status and history, CI relationships,Valuable CIs (monetary or service).Serta memberikan informasi mengenai infrastruktur IT kepada semua pemroses dan IT Management.

5. Release Management
Release Management memberikan pandangan yang  menyeluruh mengenai perubahan dalam IT service dan memastikan seluruh aspek dalam Release, baik teknik maupun non teknik

6. Change Management
Proses perubahan pengendalian infrastuktur atau aspek lain dari services, dalam cara yang dikendalikan, memberikan persetujuan perubahan dengan gangguan yang minimal. Change Management memastikan bahwa metode standarisasi dan prosedur digunakan untuk efisinsi dan meyakinkan penanganan semua perubahan. Changes dapat memberikan solusi atas Problems, Known Errors.

SERVICE DELIVERY

1. Service Level Management
Bertujuan untuk memelihara dan memperbaiki kualitas IT service, melalui siklus tetap mengenai pemahaman, persetujuan, monitoring, pelaporan dan pencapaian IT service. Service Level Management mengatur dan memperbaiki tingkat persetujuan service antara dua pihak.

2. Availability Management
Bertujuan untuk mencapai capabilitas IT infrastructure dan mendukung organisasi untuk mendistribusikan biaya yang efektif dan tingkat availability yang terus menerus yang memungkinkan kepuasan sebagai tujuannya.

3. IT Service Continuity Management
Bertujuan untuk mendukung kesuruhan proses Business Continuity Management dengan memastikan teknik dan fasilitas IT service yang dibutuhkan dapat dipenuhi dengan time-scale bisnis yang disetujui dan dipersyaratkan.

4. Capacity Management
Bertujuan untuk memahami kebutuhan bisnis di masa mendatang (the required service delivery), operasi perusahaan (the current delivery), dan memastikan seluruh kapasitas saat ini dan masa yang akan datang serta aspek-aspek yang dibutuhkan yang memberikan biaya yang efektif.

5. Financial Management for IT Services
Bertujuan untuk memberikan pekerjaan dengan biaya yang efektif dan penggunaan keuangan serta IT asset dalam Services.

Manfaat yang dapat diberikan kepada pelanggan adalah :
·         Menjamin kembali bahwa IT Service memberikan kesesuaian dengan prosedur yang didokumentasikan dapat diaudit.
·         Menyediakan kepada customer untuk mencapai tujuan bisnis.
·         Identifikasi contact poin untuk menanyakan atau diskusi tentang perubahan persyaratan.
·         Memberikan umpan balik dari monitoring service level agreements.

   Framework ITIL
     Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah best practice famework yang mampu meningkatkan layanan atau computing servicedidalam sektor Teknologi Informasi. Dimana ITILframework ini dikembangkan oleh British Central Computer & Telecommunications Agency, yang juga bergabung dengan UK Office of Government Commerce (OGC) pada tahun 2001 Zegers,2006; Wegmann, 2008
        ITIL memberikan sekumpulan prosedur board of management, yang diterapkan kepada seluruh aspek dari infrastuktur Teknologi Informasi, yang memampukan organisasi untuk dapat mengelola operasional teknologi informasinya.
         Framework ITIL dari tahun 2001 sampai sekarang pun terus berkembang, mulai dari hanya 2 modul, hingga 5 modul denganminor revision. Inti dari ITIL v3 berisi 5 publikasi atau modul, yang mana masing – masing memberikan arahan pada tahap yang spesifik dalam siklus mengelola layanan (Service Management Lifecycle), yang diilustrasikan dalam skematik.


Kelebihan & kelemahan ITIL / kalo ada perbandinganya sama ITSM lain

ITIL (Information Techonology Infrastructure Library) merupakan salah satu kerangka kerja atau framework dalam penerapan ITSM (Information Technology Service Management). ITIL memberikan layanan untuk mengelola layanan TI. Dalam pengimplementasian ITSM dalam perusahaan, ITIL memiliki beberapa keuntungan atau kelebihan, yaitu:

1.       Pelayanan ITIL yang sudah terbukti dan digunakan secara global 
ITIL memberikan konsep umum dan istilah dalam serangkaian best practiceterintegrasi yang berkembang untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam siklusnya secara berkelanjutan. Organisasi di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa mereka dapat beradptasi  dan menyesuaikan ITIL sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.
2.       Peningkatan kepuasan dan hubungan pelanggan dengan perusahaan.
ITIL dirancang untuk membantu setiap orang untuk memusatkan perhatian mereka pada kebutuhan pelanggan dan pengalaman userdaripada terlalu berfokus kepada masalah teknologi.
3.       Kualitas layanan yang lebih baik
Dengan mengadopsi konsep yang sudah terbukti, penyedia layanan dapat dengan mudah memberikan layanan secara konsesten denga tingkatan layanan yang sudah disepakati, efisien dan efektif. Timsupport dapat memberikan layanan dengan cepat, mengurangi downtimedan gangguan.
4.       Optimalisasi penyediaan layanan di seluruh supply chain
ITIL menawarkan peluang yang signifikan untuk penyederhanaan dan stadarisasi di seluruh partner dagang. ITIL menyediakan proses dan model untuk membantu penyedia layanan untuk bekerja dengan bisnis mereka, pelanggan, user dan pemasok untuk membuat keputusan bisnis mengenai peluang investasi, optimalisasi baya, manajemen resiko, dan prioritas untuk perbaikan. Manfaat dari penerapanbest practice dari ITIL adalah:
·         Berkurangnya biaya supportsebesar 30%
·         Meningkatkan penanggulangan insiden dengan cepat sebesar 20%
·         Peningkatan nilai dari  portofolio layanan dengan pengurangan biaya dan resiko.
5.       Keunggulan kompetitif melalui value creation dan agile change
Dengan  mengadopsi lifecycle layanan ITIL, organisasi atau perusahaan dapat berfokus pada pemberian nilai kepada pelanggan dengan cepat dapat menyesuaikan perubahan bisnis dan TI. Manfaatnya meliputi:
·         Pengurangan cycle time untuk proyek dengan perubahan sebesar 30% menjadi 50%
·         Meningkatnya tingkat keberhasilan terhadap perubahan
·         Pengurangan resiko dari perubahan tidak terduga
6.       Produktifitas yang lebih baik bagi perusahaan
7.      Peningkatan quality control
8.       Pemanfaatan skill dan pengalaman dari karyawan dengan lebih maksimal
9.       Pemanfaatan standar industri untuk penyediaan layanan TI berkualitas tinggi sesuai dengan implentasi perusahaan berskala kecil maupun berskala besar


Terlepas dari keuntungan dari pengimplementasian ITSM dengan menggunakan konsep atau framework ITIL, ITIL memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
a.         Konsep dari ITIL yang komprehensif dalam sifatnya dan penggunaan yang lus dapat menyebabkan biaya yang cukup besar.
b.         Versi 3 dari ITIL mencakup keseluruhan lifecycle sehingga tidak mudah dimengerti, dimana versi 2 dari ITIL hanya berfokus pada produksi dan support untuk proses sederhana sehingga lebih mudah untuk dimengerti.
c.          Buku-buku ITIL terlalu mahal sehingga tidak terjangkau bagi pengguna non-komersial.
d.         Implementasi dan credentialing dari ITIL membutuhkan pelatihan khusus
e.         ITIL mendapat kritikan dari beberapa profesional ICT mengenai sifatnya yang subjektif dan emotional degradation yang berkaitan dengan perubahan work practice
f.           ITIL bersifat holistic yang mencakup semua kerangka kerja untuk tatakelola TI
g.         Biaya sertifikasi ITIL terlalu tinggi(Zahid, 2009)


Comment / Opini :

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan ITSM adalah konsep pengelolaan layanan dengan menjalankan proses-proses seperti area incident, problem & change management, dengan cara memastikan pencatatan dan penanganan insiden; melakukan analisa insiden-insiden berulang; dan menjalankan mekanisme change management jika diperlukan perubahan untuk perbaikan insiden/problem. Penerapan ITSM yang konsisten akan memberikan banyak manfaat bagi suatu organisasi IT dalam mendukung pencapaian tujuan bisnis. 

ITSM memberikan kesempatan bagi perusahaan baik swasta maupun milik negara untuk melakukan pengembangan dan inovasi guna kebutuhan konsumen & menyediakan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen/pelanggan. 


Seharusnya organisasi atau perusahaan harus lebih menyadari pentingnya pengelolaan layanan yang diberikan kepada pelanggan ataupun seluruh stakeholder agar dapat mendukung tercapainya tujuan dari organisasi itu sendiri. ITSM pun masih dapat dikembangkan sehingga dapat lebih mudah untuk diimplementasi ke dalam perusahaan.

Kamis, 20 April 2017

ITIL dan Contohnya


ITIL atau Information Technology Infrastructure Library, merupakan sebuah framework yang dibuat dan dikembangkan oleh Office of Government Commerce (OGC) di Inggris. ITIL merupakan kumpulan dari best practice tata kelola layanan teknologi informasi diberbagai bidang dan industri, dari mulai manufaktur sampai finansial, industri besar dan kecil, swasta dan pemerintah.

ITIL Service Lifecycle , dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan driver persyaratan TI pelanggan, melalui desain dan implementasi layanan ke dalam operasi dan akhirnya , pada pemantauan dan fase perbaikan layanan.
Mengadopsi ITIL dapat dalam sebuah perusahaan dapat memberikan manfaat, antara lain:

  • Peningkatan layanan IT
  • Mengurangi biaya
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pendekatan yang lebih profesional untuk pelayanan
  • Peningkatan produktivitas
  • Peningkatan skills dan memperkaya pengalaman
Contoh kasus :

Penerapan service desk menggunakan Framework ITIL 

Service desk adalah suatu unit fungsional yang terdiri dari sejumlah karyawan/pegawai yang terdedikasi menangani berbagai layanan. Layanan service desk ini dilakukan melalui panggilan telepon, web interface, atau infrastruktur events yang secara otomatis dilaporkan oleh suatu sistem.Service desk juga merupakan suatu titik pusat koneksi tunggal (single point of contact) untuk seluruh pengguna layanan TI, menangani semua insiden (incident), pertanyaan (query), dan permintaan (request).

PT. Tridas Widiantara adalah sebuah perusahaaan yang bergerak di bidang IT. Namun, sebagai perusahaan yang berkembang perusahaan ini masih memiliki beberapa masalah terutama dalam proses bisnisnya. Dalam manajemen pelayanan IT PT. Tridas Widiantara, masalah-masalah yang paling sering muncul adalah sulitnya pencatatan keluhan-keluhan atau pertanyaan-pertanyaan dari client yang masuk, penyampaian penyelesaian masalah yang diberikan kepada client selama ini kurang efektif dan efisien komunikasi dalam pelayanan terhadap client kurang lancar , dan client menghendaki pelayanan yang optimal, untuk itulah perusahaan perlu menerapkan service desk yang terdapat dalam framework ITIL untuk memudahkan penanganan keluhan yang masuk dari client.

Berdasarkan pada studi pustaka mengenai pelayanan terhadap laporan client (komplain, pertanyaan, dan lain-lain) yang berstandar ITIL, pelayanan yang diperlukan mencakup penanganan masalah secara terstruktur dan pemberian solusi secara cepat.

Tabel Permasalahan yang Ada dan Solusi yang di Tawarkan pada PT. TridasWidiantara






sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM
https://itinfrastrukturwidyatama.wordpress.com/2015/06/15/penerapan-service-desk-menggunakan-framework-itil-pada-bagian-service-support-di-pt-tridas-widiantara/

Jumat, 17 Maret 2017

Manajemen Layanan Sistem Informasi



Manajemen Layanan SIstem Informasi adalah manajemen melakukan atau melaksanakan pelayanan dalam suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Manajemen Layanan SIstem Informasi juga dapat diartikan sebagai suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. Manajemen Layanan Sistem Informasi merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah Manajemen Layanan Sistem Informasi tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa ini pun tidak jelas kapan dimulainya.
Manajemen Layanan TI atau manajemen layanan dukungan TI / IT service management or IT service support management( ITSM atau ITSSM) mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan kualitas layanan TI yang memenuhi kebutuhan bisnis. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyedia layanan TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi.
Penyedia layanan TI tidak bisa lagi hanya berfokus pada teknologi dan organisasi internal mereka. Mereka sekarang harus mempertimbangkan kualitas layanan yang mereka berikan dan fokus pada hubungan dengan pelanggan.
Tidak ada satu penulis, organisasi, atau vendor yang dapat mengartikan istilah “manajemen layanan TI” dan asal-usul kalimat ini tidak jelas.


ITSM adalah proses-terfokus dan dalam pengertian ini memiliki hubungan dan kepentingan bersama dengan gerakan perbaikan proses (misalnya, TQM, Six Sigma, manajemen bisnis proses, CMMI) kerangka kerja dan metodologi dalam sebuah organisasi. Disiplin tidak memperhatikan tentang bagaimana menggunakan produk vendor tertentu, atau rincian teknis dari sistem di bawah manajemen. Sebaliknya, ITSM berfokus pada pemberian kerangka kerja untuk struktur TI yang terkait kegiatan dan interaksi tenaga teknis TI dengan penggunanya.
ITSM umumnya berkaitan dengan “back office” atau masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang-kadang dikenal sebagai arsitektur operasi), dan tidak berurusan dengan perkembangan teknologi. Sebagai contoh, proses menulis perangkat lunak komputer untuk dijual, atau merancang sebuah mikroprosesor tidak akan menjadi fokus disiplin, namun yang menjadi perhatiannya adalah sistem komputer yang digunakan oleh pemasaran dan staf pengembangan bisnis di perusahaan baik berupa perangkat lunak dan atau perangkat kerasnya. Banyak perusahaan non-teknologi, seperti di industri keuangan, ritel, dan perjalanan, memiliki sistem teknologi informasi yang signifikan yang tidak mengenai kebutuhan pelanggannya.
Dalam hal ini, ITSM dapat dianggap atau dianalogikan sebagai perencanaan sumber daya perusahaan/Enterprise Resource Planning(ERP) untuk IT – meskipun akar sejarah dalam operasi TI membatasi penerapannya di seluruh kegiatan besar TI lainnya, seperti IT manajemen portofolio dan rekayasa perangkat lunak

Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi

1. Total Quality Management (TQM)
TQM adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.
2. Six Sigma
Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.
3. Business Process Management (BPM)
BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.
4. Capability Maturity Model Integration (CMMI)
CMMI adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.


Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi 

1. Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.


2. Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.

3. Software Maintenance Maturity Model

4. PRM-IT IBM’s Process Reference Model for IT

5. Application Services Library (ASL)
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.

6. Business Information Services Library (BISL)
BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. [1] BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)

7. Microsoft Operations Framework (MOF)
Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.

8. eSourcing Capability Model for Service Providers (Escm-sp) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management
eSourcing Capability Model for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :
· Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup
· Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan
· Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing.

SUMBER :
https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM
http://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-sejarah-dan-komponen-cobit.html
https://mumtazgalery.wordpress.com/2013/12/11/apa-sih-it-infrastruktur-library-itil-itu/
https://en.wikipedia.org/wiki/Application_Services_Library
https://en.wikipedia.org/wiki/Business_Information_Services_Library
https://en.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Operations_Frameworkhttps://en.wikipedia.org/wiki/ESCM-SP



Kamis, 03 November 2016

Proposal Inovasi Teknologi "Automatic Door"


PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG

         Rumah merupakan salah satu dari kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Untuk mewujudkan sebuah rumah yang aman maka diperlukan sistem keamanan yang mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pemiliknya baik saat berada di rumah maupun di luar rumah. Sistem keamanan terpadu yang diterapkan pada rumah tersebut diharapkan akan mampu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh pemilik rumah, seperti pencurian dan sebagainya, secara efektif dan efisien.

       Dengan berkembang nya  teknologi , maka kehidupan ini pun akan semakin mudah.  Dalam tugas inovasi teknologi ini saya ingin mengusulkan teknologi pembuka pintu otomatis. Dimana , teknologi ini sendiri sangat dibutuhkan pada saat ini. Disebabkan karena dengan mengunakan alat ini , keamanan rumah pengguna alat ini akan terjamin. Hal ini disebabkan, alat ini telah diprogram untuk dapat membuka pintu secara otomatis dengan data dari tubuh kita, yaitu sidik jari.

      Sidik jari adalah salah satu data pribadi kita, dimana data diri ini tidak akan sama satu sama lain, sehingga secara otomatis, bila hal ini diterapkan pada alat ini, alat ini akan menjadi pengamanan bagi rumah kita karena pintu itu hanya akan terbuka bila  memang sidik jari kita yang membuka nya, bila bukan sidik jari kita maka pintu tidak akan terbuka. Selain itu, jika pintu dibuka paksa maka akan ada alarm peringatan.

1.2 RUMUSAN MASALAH

       1.     Apa itu finger print
       2.     Bagaimana desain program ini
       3.     Manfaat alat ini

1.3 TUJUAN
       1.     Mengerti teknologi pembuka pintu otomatis ini.
       2.     Mengetahui desain alat ini dan aplikasinya.
       3.     Mengetahui manfaat alat ini.


ISI

TEKNOLOGI PEMBUKA PINTU OTOMATIS DENGAN SIDIK JARI

Berdasarkan dari latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, teknologi ini merupakan teknologi terbaru, dimana alat ini bekerja menggunakan program sidik jari. dengan alat ini kita tidak perlu lagi membawa kunci kemana-mana. Karena yang menjadi kuncinya yaitu sidik jari kita . sehingga kemungkinan kehilngan kunci atau kemalingan dapat dikurangi. Program dengan sidik Alat ini sendiri juga telah dimanfaat kan dalam hal lain yaitu dalam absensi , didalam perusahaan yang begitu besar pasti dibutuhkan banyak sekali kertas untuk absensi pegawai, sehingga itu merupakan hal yang boros. Hal ini dapat diantisipasi dengan absensi dengan sidik jari, sehingga penggunaan kertas secara berlebihan dapat dikurangi .

Begitu juga dengan alat untuk membuka pintu ini, menggunakan program sidik jari. Dengan alat ini pengguna juga akan merasa aman dengan keadaan rumahnya ketika ditingal pergi. Alat ini juga memiliki desain , program, dan cara kerja nya. Alat ini memang mengunakan system finger print, dimana alat ini bekerja mengunakan sidik jari si pengguna alat ini. Lebih cangih dan lebih simple tentunya, seperti dijelaskan diatas, finger print juga telah dimanfaatkan untuk absensi disuatu perusahaan besar.

       DESAIN ALATNYA :


ü  Simple,bentuknya yang tidak terlalu jauh berbeda dengan gagang pintu lainnnya. Hanya saja  pada bagian tertentu ditabamhkan bagian utuk mendeteksi sidik jari kita.
ü Memiliki bahan yang 100% anti karat, sehingga penggunanya tidak perlu takut dengan munculnya karat pada permukaan gagang pintu ini.
ü  Pada diatas gagang pintu ini memiliki lampu berwarna hijau yang berfungsi untuk  sebagi pintu telah terbuka.
ü  Memiliki pegangan pintu ysng cukup panjang sehingga anda mudah memegang pintu ini
ü  Memiliki layar yang menampilkan kata selamat datang untuk penguna alat ini
ü  Memiliki alarm , yang berbunyi apabila terjadi perusakan terhadap alat ini.



       APLIKASI

          Alat ini bekerja dengan men-scan sidik jari kita . pada bagian gagang pintu ini terdapat keypad yang dapat diatur oleh pengunanya untuk dapat mengatur berapa banyak sidik jari yang akan disimpan pada alat ini, alat ini dapat menyimpan hingga 50 sidik jari. Alat ini juga memiliki empat tombol darurat yang berfungsi apabila terjadi sesuatu pada alat ini, dan akan mati sendiri bila tidak digunakan .

       PRINSIP KERJA


         Pada saat anda meletakkan sidik jari anda pada alat ini, alat ini akan mendeteksinya terlebih dahulu. Setelah itu , alat ini memberikan kode warna lampu pada saat data yang diberikan benar, yaitu warna lampu hijau, itu artinya pintu ini telah terbuka. Bila sampai 10 detik anda tidak membuka pintu ini, ketika anda sudah membukanya, maka pintu ini akan mengunci secara otomatis, sehingga anda harus meletakkan sidik jari anda lagi,  dan yang perlu diperhatikan bagi pungunanya alat ini memiliki system pengunci alarm sendiri, dimana alarm ini akan berbunyi ketika seseorang mencoba merusak alat ini dan membuka paksa rumah anda atau pun mencoba memberikan sidik jari yang salah kepada alat ini.


Dampak nya bagi masyarakat!

Alat ini memang dibuat untuk kepentingan masyarakat, dimana nantinya dengan alat ini diharapkan, tindak kriminal dirumah anda dapat dikurangi. Tapi Karena alat ini memang barang baru bagi masyarakat, maka dampaknya masyarakat kurang percaya akan alat ini. Hal ini disebabkan karena kurang sosialisasi ke pada masyarakat. Tapi seiring berjalan nya waktu, diharapkan masyarakat mau mengunakan alat ini, disamping alat ini juga tidak terlalu mahal hanya berkisar antara 3-5 juta-an. Alat ini juga lebih memudahkan hidup anda, dimana kita tidak perlu lagi mengunakan kunci atau pun takut nantinya kunci itu hilang.

Manfaat nya :

      1.Memudahkan anda dalam menjaga keamanan rumah anda
      2.Dengan program yang telah diatur, anda dapat menyimpan hingga 50 sidik jari, sehingga anda tidak perlu membuat kunci duplikat untuk istri dan anak anda.

PENUTUP


        Demikian yang dapat saya paparkan mengenai proposal yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.


       Saya berharap para pembaca yang budiman bisa memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

Senin, 17 Oktober 2016

Organisasi Komputer

Nama     : Rizky Ariesta Hartanto
NPM      : 16115176
Kelas      : 2KA22

Tugas TOU 2

Organisasi Komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit-unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, sistem memori, dan sinyal-sinyal kontrol.
CPU merupakan komponen terpenting dari sistem komputer. CPU adalah komponen pengolah data berdasarkan instruksi – instruksi yang diberikan kepadanya. Fungsi CPU adalah menjalankan program-program yang disimpan dalam memori utama dengan cara mengambil instruksi-instruksi,menguji instruksi tersebut dan kemudian menjalankannya satu demi satu.komponen-komponen itu dihubungkan oleh sebuah bus ,yaitu sekumpulan kabel- kabel pararel untuk menstransmisikan alamat,data, dan sinyal-sinyal kantor. Bus dapat berada diluar CPU dengan memori dan peralatan I/O(input/output), tapi juga ada didalam CPU.



CPU tersusun atas beberapa komponen, yaitu :
  •  Arithmetic and Logic Unit (ALU), bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer. ALU juga disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing – masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. ALU menjalankan operasi penambahan , pengurangan, dan operasi-operasi sederhana lainnya pada input-outputnya, dengan demikian memberikan suatu hasil pada register output. Register output ini dapat disimpan kembali kedalam sebuah register. Kemudian ,register tersebut dapat ditulis (disimpan) ke dalam memori, jika memang dikehendaki.
  • Control Unit, bertugas mengontrol operasi CPU dan secara keselurahan mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi – fungsi operasinya. Termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil instruksi – instruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut.
  •  Registers, adalah media penyimpan internal CPU yang digunakan saat proses pengolahan data. Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya.


CPU Interconnections, adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register – register dan juga dengan bus – bus eksternal CPU yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan/keluaran.

Fungsi CPU adalah penjalankan program – program yang disimpan dalam memori utama dengan cara mengambil instruksi – instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya satu persatu sesuai alur perintah.

Berikut ini merupakan Siklus Fetch – Eksekusi pada CPU :

Pada setiap siklus instruksi, CPU awalnya akan membaca instruksi dari memori. Terdapat register dalam CPU yang berfungsi mengawasi dan menghitung instruksi selanjutnya, yang disebut Program Counter(PC). PC akan menambah satu hitungannya setiap kali CPU membaca instruksi. Instruksi - instruksi yang dibaca akan dibuat dalam register instruksi (IR). Instruksi - instruksi ini dalam bentuk kode - kode binner yang dapat diinterpretasikan oleh CPU kemudian dilakukan aksi yang diperlukan. Aksi -aksi ini dikelompokkan menjadi :
  • CPU – Memori, perpindahan data dari CPU ke memori dan sebaliknya.
  • CPU –I/O, perpindahan data dari CPU ke modul I/O dan sebaliknya.
  • Pengolahan Data, CPU membentuk sejumlah operasi aritmatika dan logika terhadap data.
  • Kontrol, merupakan instruksi untuk pengontrolan fungsi atau kerja. Misalnya instruksi pengubahan urusan eksekusi.


Sumber : http://kimmaulana.blogspot.co.id/2011/06/organisasi-komputercpu.html?m=1
Sumber : http://wandiparlente.blogspot.co.id/2013/02/organisasi-komputer.html?m=1

Minggu, 09 Oktober 2016

The Enable Talk


         Kalian udah tau belum kalau sekarang itu ada sarung tangan ajaib !!!!.. hehe.. ajaib dalam arti bisa mengubah gerakan menjadi suara , hebatkan !!! sarung tangan itu disebut the enable talk yang sangat berguna untuk orang tuna wicara (bisu). 

         Awalnya ditemukan oleh tiga orang pelajar dari Ukraina yang berhasil menciptakan sarung tangan yang dapat mengubah gerak tangan menjadi suara. Sarung tangan yang dilengkapi dengan sensor dan aplikasi penerjemah gesture tersebut menyabet gelar pertama di Microsoft Imagine Cup 2012, Sydney, Australia. Tim dengan julukan QuadSquad yang beranggotakan 3 orang - Anton Stepanov, Anton Posternikov dan Maxim Osika - tersebut berhasil mengalahkan 350 pesaing lainnya dari 75 negara. Seperti yang dikabarkan oleh Techcrunch.com, sarung tangan yang dinamakan Enable Talk ini berfungsi untuk membantu orang bisu, tuli atau bisu tuli agar dapat berkomunikasi dengan orang lain yang tidak mengerti bahasa isyarat. 


        Menurut ketiganya, sarung tangan tersebut sangat fleksibel, mudah digunakan dan baterai yang digunakannya tahan lama. Di sekeliling sarung tangan tersebut terdapat 15 sensor yang dapat terhubung dengan smartphone atau perangkat sejenis melalui Bluetooth. Anton Stepanov, Anton Posternikov, dan Maxim Osika menggunakan Microsoft Speech dan Bing API untuk menciptakan aplikasi agar dapat menerjemahkan bahasa isyarat dari sarung tangan tersebut. Sayangnya, prototype tersebut baru dapat berfungsi dan terhubung dengan perangkat yang berbasis Windows Phone saja. 

       Sampai sekarang di seluruh dunia terdapat kurang lebih 275 orang yang mempunyai keterbelakangan fisik untuk mendengar atau berbicara. Oleh karenanya, inovasi ketiga orang ini dapat membantu mereka agar dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa kesulitan.


sumber: https://.merdeka.com/teknologi/enable-talk-sarung-tangan-pengubah-gerak-menjadi-suara.html